Surat Tanpa Kertas

Selasa, 23 September 2014

Sepucuk Surat Untuk Cinta



aku menulis surat ini untukmu
seperti tak pernah bisa bersabar 
dalam mengharapkanmu
tapi inilah rasa, bertahun kata tak jua reda
kembali mendera kita

lalu hilanglah jarak 
ketika kelak warna kembali pada senja
sebelum kita terpaku untuk rindu
yang memilih tak berhenti menyanyi
dalam seribu puisi puisi dan doa doa

betapa dahaga jarak ini,  kekasih
ketika kita masih saja begitu jauh
saling bertukar mimpi dan keluh kesah
memangkas kecemasan seperti reranting usia yang
gemetar menahan getar cuaca

namun kau terus membujukku
untuk bersabar dalam setiap pengharapan
untuk tabah dalam setiap ujian
demi kelanjutan cerita kita

"tersenyumlah, jangan terus bersedih, kekasih
kerinduan tak pernah sejalan dengan kabut ketakutan
ia bersahabat dengan kekuatan harapan."

kekuatan untuk tetap mempertahankan rasa
dalam setiap kesedihan dan kesulitan
hingga di suatu masa di akhir penantian
bahagia menjadi hadiah paling megah. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar