Surat Tanpa Kertas

Rabu, 24 September 2014

Kicauan tanpa judul dengan @sigit_pam

masihkah rindang puisimu
saat ranting-ranting tak lagi lembab
daun-daun layu deritkan isyarat
senyap menyergap

aku masih setia dengan sunyi
sesuatu yang kunamai; puisi
tempat istirah saat lelah
menyungai di tatih langkah

di pucat wajah merah itu melebam
merajam seribu padu
mendesir paksa setiap titik jumpa
; kau menolak lupa

tak ada yang bisa kuterjemahkan
dari pekat yang menyelinap di beranda
selain kesunyian
dan langit yang tak mengabarkan apaapa

ada yang dikabarkan langit
pada hening, pada kesunyian
rindu-rindu berdesakkan
mengetuk kenangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar