saat ranting-ranting tak lagi lembab
daun-daun layu deritkan isyarat
senyap menyergap
aku masih setia dengan sunyi
sesuatu yang kunamai; puisi
tempat istirah saat lelah
menyungai di tatih langkah
di pucat wajah merah itu melebam
merajam seribu padu
mendesir paksa setiap titik jumpa
; kau menolak lupa
tak ada yang bisa kuterjemahkan
dari pekat yang menyelinap di beranda
selain kesunyian
dan langit yang tak mengabarkan apaapa
ada yang dikabarkan langit
pada hening, pada kesunyian
dan langit yang tak mengabarkan apaapa
ada yang dikabarkan langit
pada hening, pada kesunyian
rindu-rindu berdesakkan
mengetuk kenangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar