pada kemilaunya yang anggun
tatapku tertegun
betapa keindahannya selalu mempesona
menumbuhkan benih benih cinta
adalah aku yang tak bisa sekejap saja
membiarkannya hilang tanpa kata
beribu sajak kutulis atasmu
; bening yang hening itu
adakah engkau tahu
sejak kemarin ruang itu sunyi
sepi tanpa suara
kata kata turut serta
sementara getar di dada
kian menggoda
akupun menunggumu
sampai terik mengganti pagi
petang dengan segudang gundah
lalu malam datang begitu angkuh
menutup indah wajah purnama
: aku masih menunggu
hingga kembali kepada pagi
sejukmu masih menjadi satu rindu
yang selalu ingin kukecup setiap waktu
tanpa jemu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar