Surat Tanpa Kertas

Kamis, 25 September 2014

Senja Yang Kuyup

Melintas senja berjaket kuyup
Rinai hujan yang menari, bulirnya hingga ke pori

Gema adzan yang mengalun sayup
Mengajak hati 'tuk segera berhenti
Singgah ke terminal ruhani

Deras ini...
Sederas rahmatMu, Rabbi
Sederas linangku dalam ketundukan jiwa ini

Tenggelamkan aku, Ya Kariim, di telaga kasih
Agar bibir senantiasa basah akan dzikir
Hingga senja yang dingin tak lagi gigil
Sebab hati terhangati oleh sebait syair
: atas namaMu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar