Surat Tanpa Kertas

Jumat, 01 Juni 2018

RINDU YANG....

hampir sewindu
kulalui malam-malamku tanpa lagu
tanpa puisi
tanpa engkau

hanya hujan
yang kerap mengabarkan
tentangmu
tiada lagi ku mampu
menahan air mata

entah engkau di mana?!
aku mencari di setiap sudut kota
tempat bercengkerama
di bangku tua
kita bersenandung cinta

kaupetik gitar
nyanyikan nada-nada
diringi suara camar
senja itu, langit begitu mesra
menjaga kita

kau yang tak pernah terganti
aku mencintai
dengan segenap rindu

TKO, 300518

KETIKA RINDU

Telah kutulisakan nadanada itu
sejak berlapis tahun lalu
ketika itu jarak kita tidak lagi dekat
dan senyum pun tidak lagi bertukar
hanya sapa
atau pesan yang datar
kadang pertengkaran kata

Kau ingat
suatu saat kautuliskan
tak perlu pelangi, tak perlu matahari atau bintang
bahkan bulan pun kau persembahkan untukku

"Cukup kau!" kata yang kau kirim padaku

Ah, masihkah kau nyanyikan
nadanada yang kutuliskan itu?

hingga ratusan lagu terkirimkan
aku masih menikmati
menggubahnya
hingga kini

aku bahkan menjelma hujan
yang takpernah henti
deras di berandamu
bersama bayu
dan puisi kasmaran

Ku tahu
aku masih menatapmu
dengan mataku yang dulu

Aku,
katamu
lelaki sederhana
yang berhati samudera

JS

Kamis, 31 Mei 2018

ENGKAU TAHU

Engkau tahu
ada yang selalu mengikutinya
ke mana lelaki itu pergi
namanya harap
pada hujan yang segera reda
mencipta pelangi
dari kelopak matanya yang mulai sayu

Engkau tahu
ada yang tak pernah lepas darinya
namanya nama
yang telah bertahta dalam batin
merapal, mengeja di setiapnya
seakan tiada huruf yang ia kenal
pada kata yang ada

Engkau tahu
ada sapa yang ia sampaikan
setiap hari
namanya puisi
pengganti ketidakberanian ucap
lidah mengelu
ucap menjadi gagu
memendam rindu

Engkau tahu
ada yang selalu tersimpan
dalam dadanya
namanya damba
menyerah tertawan
pada nama
yang tak tergantikan

JS

Minggu, 27 Mei 2018

NYANYIAN PAGI

Kicau pagi bercerita
Tentang indahnya dunia
Seruntun kisah
Yang terlalu indah

Embun pagi menyanyi
Lagu-lagu merdu
Penyejuk hati
Di atas daun
Di atap-atap gedung
Di sela jemari
Menetes di ujung pucuk
Dan di puncak-puncak menara

Sebentuk hati menyusun lagu
Mendendang syair mengganti ingat
Mewakili hasrat
Dan kenang
Yang tiba-tiba menjelang
Kala pagi
Saat embun

~JS

Sabtu, 20 Januari 2018

Jika Nanti

Jika nanti engkau hidup bersamaku
Aku akan memastikan bahwa engkau bahagia
Tanpa ada nama lain yang mengusik perasaanmu

Jika nanti aku milikmu
Buatlah aku sebaik-baik perempuan yang hanya mencintaimu
Tanpa ada cinta lain yang singgah di hatimu

...dan jika nanti
Langitmu gelap saat matahari redup
Yakinlah selalu ada cahaya yang menyelinap masuk
: memendarkanmu

Sebab aku mencintaimu
mencintaimu
selalu mencintaimu

TKO, 60118