Surat Tanpa Kertas

Kamis, 17 Desember 2015

Sebentuk Cinta Dari Sahabat

UNTUK WIE
:Putri Pratiwi

Suara angin parau
Memainkan daun bambu
Di seperempat malam mulai dingin
Membius musim
Gemeretak gigil
Mematahkan bait puisi
:kangen katamu

Sebait doa melangit
Menuju berkilometer harapan
Redalah
Sebab pagi tak rela tanpa embun

Bandung-Hong Kong
10 Desember 2015
Ratu Ayu

-------------------------------

TERIMA KASIH, AYUNDA

cc: Ratu Ayu

Membaca larik demi larik puisimu, Ayunda
Betapa menenangkan
Selaik embun pagi hari
Dan aku ingin mengecupnya berkali-kali

Kau tahu, Ayunda
Kata-katamu semalam ibarat syifa
Hangatkan tulang-tulang yang beku di tubuhku
Seperti mendapat mukzijat
Kini aku sehat

Terima kasih, Ayunda
Meski jarak membentang kita
Luas samudera menghalangi kita untuk bersitatap
Namun hakekatnya kita dekat

Doaku untukmu nun di sana
Pemilik hati yang mulia
Tetap bahagia dengan cinta
Selalu dalam lindungan-Nya

Salam Cinta, Embun
HK, 11 Desember 2015

SIANG YANG LENGANG

siang di kotaku tak pernah ramai
jalan-jalan sepi tanpa derap langkah kaki
pun rumah-rumah rapat terkunci
hanya beberapa jendela yang memilih terbuka

aku jenuh dengan suasana
cuaca kerap melompat: panas-dingin
udara berdansa dengan lincah
membuat netra ini berkabut

aku rindu keramaian
bukan ketika hujan datang
di mana orang-orang berlarian mencari teduh
di bawah gedung-gedung dan lorong-lorong

tetapi keramaian dengan tegur sapa sahabat
menjabat hati penuh khidmat
meretas ke dalam sanubari
hangat

aku merindu keramaian di kala hujan
riuh suara anak-anak saling bersahutan
kaki-kaki telanjang menentang deras
sampai hujan berhenti menetas

aku merindukan siang yang ramai
duduk bersama mengitari meja makan
menanti suguhan hangat kasih bunda
hingga senyum kita bersahaja

aku rindu suasana desa
mesra dengan canda
bersama dalam gurau
tanpa risau

#Ruang_Rindu
HK, 1 Des' 2015

KENANG YANG TERLUPA (Di Stasiun Kereta)

kau bilang stasiun tanpa kenangan
tetapi mengapa setiap aku datang
wangi tubuhmu masih menguar
di sudut kursi panjang

dahulu sering duduk bersama
menanti gerbong kereta kosong
sebab katamu, kita butuh suasana hening
agar dapat menikmati bunyi rel
yang seperti detak rindu para kekasih

suatu hal yang konyol bagiku
bagaimana kau inginkan keheningan
sementara stasiun ini tak pernah sepi
lalu-lalang orang berdesakkan menanti kedatangan--kepergian

engkau berubah diam
tatapmu nanar menyapa sekitar
kereta telah jauh melaju meninggalkan kita
tapi kenangan
ia dekat dengan nadi
dengan helaan napas

HK, 26-11-15