Surat Tanpa Kertas

Kamis, 17 Desember 2015

KENANG YANG TERLUPA (Di Stasiun Kereta)

kau bilang stasiun tanpa kenangan
tetapi mengapa setiap aku datang
wangi tubuhmu masih menguar
di sudut kursi panjang

dahulu sering duduk bersama
menanti gerbong kereta kosong
sebab katamu, kita butuh suasana hening
agar dapat menikmati bunyi rel
yang seperti detak rindu para kekasih

suatu hal yang konyol bagiku
bagaimana kau inginkan keheningan
sementara stasiun ini tak pernah sepi
lalu-lalang orang berdesakkan menanti kedatangan--kepergian

engkau berubah diam
tatapmu nanar menyapa sekitar
kereta telah jauh melaju meninggalkan kita
tapi kenangan
ia dekat dengan nadi
dengan helaan napas

HK, 26-11-15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar