Surat Tanpa Kertas

Selasa, 12 Januari 2016

BETAPA BERATNYA RINDU

menyusuri detik demi detik
tanpamu aku serasa piatu
sepanjang waktu terlalui hanya sepi
kian membiak beranak pinak

haruskah aku ikut tenggelam
ke lembah sunyi yang kau ciptakan
kemudian aku harus berlari
mengejar bayangmu yang telah jauh pergi

Kekasihku, sesekali masuklah kau ke dalam rasaku
lalu cermati adakah kejemuan di situ
bahkan saat raga terkulai lelah
namamu masih kutilawahkan dengan indah

RINDU BERSAYAP LEMBUT

ada damai yang aku rasakan
saat berteduh di langit senja
di teduh tatap nan jingga

seolah tak ada lagi ruang
untuk puisi di kepalaku
sebab dipenuhi oleh rindu bersayap lembut
bercahaya

cahaya itu terang redup silih berganti
menyejukkan mata demi mata
membuai setiap embus napas

duhai rindu di senjaku
terbang terbanglah
temui daundaun untuk bernaung
sebab sebentar lagi gelap