menyusuri detik demi detik
tanpamu aku serasa piatu
sepanjang waktu terlalui hanya sepi
kian membiak beranak pinak
haruskah aku ikut tenggelam
ke lembah sunyi yang kau ciptakan
kemudian aku harus berlari
mengejar bayangmu yang telah jauh pergi
Kekasihku, sesekali masuklah kau ke dalam rasaku
lalu cermati adakah kejemuan di situ
bahkan saat raga terkulai lelah
namamu masih kutilawahkan dengan indah