Telah kutulisakan nadanada itu
sejak berlapis tahun lalu
ketika itu jarak kita tidak lagi dekat
dan senyum pun tidak lagi bertukar
hanya sapa
atau pesan yang datar
kadang pertengkaran kata
Kau ingat
suatu saat kautuliskan
tak perlu pelangi, tak perlu matahari atau bintang
bahkan bulan pun kau persembahkan untukku
"Cukup kau!" kata yang kau kirim padaku
Ah, masihkah kau nyanyikan
nadanada yang kutuliskan itu?
hingga ratusan lagu terkirimkan
aku masih menikmati
menggubahnya
hingga kini
aku bahkan menjelma hujan
yang takpernah henti
deras di berandamu
bersama bayu
dan puisi kasmaran
Ku tahu
aku masih menatapmu
dengan mataku yang dulu
Aku,
katamu
lelaki sederhana
yang berhati samudera
JS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar