Surat Tanpa Kertas

Minggu, 24 Agustus 2014

Rindu Di Batas Cahaya

Senja telah bergulung
matahari telah beranjak pulang
burung-burung pun sudah kembali menuju sarang
hanya tersisa sunyi yang mendekam

Berhembus bersama semilir angin
menampar bisu dinding-dinding karang
mencumbui hening tebing-tebing terjal
dan berdesir pilu ke dasar lembah tak bertuan

Aku di sini
bersama rinduku

Berimajinasi dalam khayal dan kata
bercerita hening pada laut di samudera
merangkai aksara cinta tanpa nada
dalam selaksa galau
yang merintih di palung jiwa

Wahai laut tak berujung

Inilah aku sang penunggu musim
yang bermimpi dalam makam kematianku
mengukir rintih rindu tak terperihkan
menyimpan duka cinta lara
di ujung batas titian cahaya

Wahai tebing-tebing terjal

Inilah aku sang perindu waktu
yang berjalan di atas reruntuhan malam
yang bernyayi sendu di ladang-ladang hitam
menyusuri sunyi runcing cadas bebatuan
dalam segala resah tak tertahankan



Kiriman : Indra Signora

Tidak ada komentar:

Posting Komentar