Surat Tanpa Kertas

Minggu, 24 Agustus 2014

Ke mana kutitipkan rindu?

Tlah kutuliskan rindu
Dengan tinta Biru
Saat Langit memayung kotamu
Tiba-tiba gerimis datang
Gantikan warna muram
: rinduku kelabu

Tlah kulangitkan rindu bersama hujan
Agar basah dan terhangatkan
Namun gelegar menerjang
Jatuhkan ke dalam jurang
: rinduku meradang

Tlah kulukiskan rindu di batuan karang
Agar kokoh dan tegar
Namun ombak terlalu nakal
Runtuhkan ia ke dasar yang paling dalam
: rinduku tenggelam

Lalu harus ke mana kutitipkan rindu
Saat biru langit, deras hujan dan deru ombak
Tak lagi memberi restu
Menjadikannya piatu
Sendiri dalam gigil yang mensalju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar