Dear,
Musim
gugur di kota ini, selalu membuatku ingin agar kau segera menjemput
Seperti
kali ini, masih harapan yang sama aku menunggu kehadiranmu
Namun
itu semua hanya menjadi angan indahku saja
Pernah
suatu kali tingkah polahku bagaikan orang gila
Saat
menyaksikan Mid Autum Festival di malam purnama penuh
Serasa
kau yang menggandeng tanganku, mengitari lentera raksasa
Namun
sadarku datang lebih awal, aku menggandeng sebuah pena
Seketika
aku ingin menuliskan segala yang aku lihat, tentang lentera itu
Juga
seribu lampion yang berjejer di Victoria Park, Coswaybay
Bahwa
tiada lebih benderang selain denyar rindu di hatiku
Ah
dear, ternyata aku tak pandai merangkai kata-kata cinta
Meski
suara-suara itu membisingkan telinga
Tapi
di ujung jemariku semua diam membisu
Aku
tergugu kaku, sementara rindu kian gencar memburu
Jika
suratku ini sudah kau baca
Mohon
jangan tertawakan tulisanku
Aku
akan menjadi malu, kemudian semakin rindu
Hongkong.
Februari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar