Surat Tanpa Kertas

Selasa, 09 Desember 2014

Surat Tanpa Kertas



Dear,
Musim gugur di kota ini, selalu membuatku ingin agar kau segera menjemput
Seperti kali ini, masih harapan yang sama aku menunggu kehadiranmu
Namun itu semua hanya menjadi angan indahku saja

Pernah suatu kali tingkah polahku bagaikan orang gila
Saat menyaksikan Mid Autum Festival di malam purnama penuh
Serasa kau yang menggandeng tanganku, mengitari lentera raksasa
Namun sadarku datang lebih awal, aku menggandeng sebuah pena

Seketika aku ingin menuliskan segala yang aku lihat, tentang lentera itu
Juga seribu lampion yang berjejer di Victoria Park, Coswaybay
Bahwa tiada lebih benderang selain denyar rindu di hatiku

Ah dear, ternyata aku tak pandai merangkai kata-kata cinta
Meski suara-suara itu membisingkan telinga
Tapi di ujung jemariku semua diam membisu
Aku tergugu kaku, sementara rindu kian gencar memburu

Jika suratku ini sudah kau baca
Mohon jangan tertawakan tulisanku
Aku akan menjadi malu, kemudian semakin rindu

Hongkong. Februari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar