Surat Tanpa Kertas

Selasa, 09 Desember 2014

Kepada Lelaki Ilalang (Atas Nama Embun )



kembali musim mempertemukan kita dalam gigil rindu
sebab pelukmu dan pelukku tak lagi padu

aku memilih berbalik punggung
bukan karena hati telah jemu mencintai
tetapi restu yang masih belum kita kantongi
betapa jauh, enggan mendekat

Lelakiku, setegar apa karang di lautan itu?
ia tak ‘kan mampu menahan dahsyatnya badai
lalu akan terkikis dan rapuh
demikian kiranya kisah kita
yang akan usang pula ditelan masa

satu hal yang tak ingin terjadi dari perpisahan ini
tak kuinginkan senyum itu hilang dari manis bibirmu
demi perempuanmu, teruslah merajut asa
memilin benang-benang kasih
hingga menjelmalah bahagia

akupun melakukan hal serupa berjuang
mempertahankan rasa agar senantiasa bahagia

cinta tak pernah salah mempertemukan
ia datang dengan membawa hikmah
kekuatan untuk memberi dan menerima
maka sebaik-baiknya cara untuk mempertahankan
ialah dengan doa nan penuh ketulusan

Hong Kong, November 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar