kembali
musim mempertemukan kita dalam gigil rindu
sebab
pelukmu dan pelukku tak lagi padu
aku
memilih berbalik punggung
bukan
karena hati telah jemu mencintai
tetapi
restu yang masih belum kita kantongi
betapa
jauh, enggan mendekat
Lelakiku,
setegar apa karang di lautan itu?
ia
tak ‘kan mampu menahan dahsyatnya badai
lalu
akan terkikis dan rapuh
demikian
kiranya kisah kita
yang
akan usang pula ditelan masa
satu
hal yang tak ingin terjadi dari perpisahan ini
tak
kuinginkan senyum itu hilang dari manis bibirmu
demi
perempuanmu, teruslah merajut asa
memilin
benang-benang kasih
hingga
menjelmalah bahagia
akupun
melakukan hal serupa berjuang
mempertahankan
rasa agar senantiasa bahagia
cinta
tak pernah salah mempertemukan
ia
datang dengan membawa hikmah
kekuatan
untuk memberi dan menerima
maka
sebaik-baiknya cara untuk mempertahankan
ialah
dengan doa nan penuh ketulusan
Hong
Kong, November 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar