Surat Tanpa Kertas

Jumat, 07 November 2014

Pada Senja, Dia Bercerita

di suatu senja
dengan semburat warna jingganya
dia bercerita
mengadukan kesedihan hatinya yang tak terperi
irama sang bayu turut menyendu
seolah semua duka adalah miliknya

pun semilir angin yang berhembus
turut serta berbisik
berbicara serupa
hembuskan kecewa
sisakan luka

dia tak bahagia
satu masa telah berakhir dengan kesia-siaan
dia terluka
hatinya tak lagi merah
air matanya tak lagi basah
hanya degup jantungnya yang kian tak beraturan

namun dia selalu tersenyum
di antara tangis yang mengering
dia masih setia melantunkan doa-doa
agar masa depan tak lagi berduka
agar esok meraih bahagia

dia mengerti
bahwa kehidupan adalah perjalanan
dalam nanar realita yang benar-benar nyata
meski tangis 'kan selalu ada mengiringnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar