Surat Tanpa Kertas

Senin, 06 Oktober 2014

Sajak tentang Hampa

hampa itu seperti orang menatap langit
melukis kekosongan di antara awan gemawan
menciptakan sajak dari desau angin

lalu ketika orang-orang berbisik
meneracau di sela desau
suaranya parau
terpekik menahan pedih

ada yang menderu dalam dirinya
benci yang lebih dari sebuah kenyataan
sementara sebagian mata
memilih bersembunyi lewat retorika surga

padahal jauh di lubuk terdalam
hatinya masam
semasam sungai yang tertimbun
kotoran sampah kehidupan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar