hampa itu seperti orang menatap langit
melukis kekosongan di antara awan gemawan
menciptakan sajak dari desau angin
lalu ketika orang-orang berbisik
meneracau di sela desau
suaranya parau
terpekik menahan pedih
ada yang menderu dalam dirinya
benci yang lebih dari sebuah kenyataan
sementara sebagian mata
memilih bersembunyi lewat retorika surga
padahal jauh di lubuk terdalam
hatinya masam
semasam sungai yang tertimbun
kotoran sampah kehidupan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar