Surat Tanpa Kertas

Rabu, 01 Oktober 2014

My Tweet

aksaraku adalah kepulangan rindu
ketukan demi ketukannya bagai nada
menggema penuhi ruang di dalam jiwa


cinta adalah air mata
aku belajar darinya
jatuh dan bangun
lalu berdiri, kemudian terbang
sepasang sayapku meraih mimpi (lagi)


di pintu dhuha
syukur kubentang seluas dada
; bahagia ini sedekat kening dan sajadah
"maka nikmatMu mana lagi yang kudusta? "


pada mata aksaramu
aku jatuh cinta
janganlah jengah
ajariku tabah


ada yang tersenyum di bawah hujan
ialah ia, seseorang yang merayakan pertemuan


bingkailah kenanganmu, Tuan
di album ingatan
kelak jika engkau rindu
bukalah, tapi usah kau risaukan


aku mencintaimu seperti embun
yang tak pernah membenci matahari
menyejukan resahmu dari mimpi sang kelam
rela jatuh saat hangat telah kau dapatkan


kepada perempuan pemilik telapak surga;
aku mencintaimu
mencintaimu
mencintaimu
memujamu sepanjang masa


kepada lelaki setia
penjembatanku menuju surga
; aku mencintaimu jua




Tidak ada komentar:

Posting Komentar