terang cahayanya menyala-nyala
enggan mengalah dengan purnama
angan di hati kian mengembara
bersama engkau pujaan jiwa
menyusuri malam dengan bungah
senyum dikulum hati sumringah
bayang wajahmu kian menari indah
ah, mana mungkin cintaku terbelah
pendar birunya menyuluh cinta
seterang rindu dalam dada
hati berbunga tiada tara
tak 'kan redup sepanjang masa
duhai kekasih tambatan hati
biarlah langkah menuju hakiki
satu nama di tempat paling suci
tanpa merakit bait-bait elegi
Hong Kong, 22 Juli 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar