entah bagaimana mulanya
cinta mengikat kita
tak perlu kau mencari tahu, katamu
inilah alur takdirNya
kala itu di senja nan merona jingga
aku melihatmu duduk termangu di bangku taman
nampak kau muram
gurat-gurat lelah terlihat di setiap lekuk wajah
kuberanikan diri menghampirimu
membawa sepotong puisi
yang baru saja kutulis saat daun-daun maple jatuh
kau tersenyum
yah, senyum yang selalu membuatku nyaman jika melihatnya
langit senja mulai gelap
jingga tergantikan temaram malam
kita sudahi percakapan dengan tawa riang
bahagia nyata kita rasakan
sejak itu saban senja kita mengulang pertemuan
segala penat kita retas dengan canda yang manis
"lukaku telah hilang, sejak kau di sini' bisikmu
senja mempertemukan kita
senja menepiskan luka
senja dan kita merenda cerita
; cinta
HK, 2 Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar